image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Puisi Muhammad Rois Rinaldi #Generasi Pelupa






GENERASI PELUPA

Kita adalah orang-orang yang gampang lupa.
Kemarin—ketika mulai bosan—kita menggebu
menciptakan pertarungan antara kita. Sebab
mitos Satria Piningit kembali dipercaya lahir dari
letusan perut Mega yang hitam kemerahan
dan kedatangan pangeran berkuda putih dari gurun
membawa angin pembebasan.

Baru kemarin, tapi kini kita berebut jalan selamat
berderap-derap di antara semak dan rumput hijau
—sekumpulan kambing hitam telah diusir—
kita masuk ke kemah-kemah persembunyian.
Sesekali jemari kita terjepit dan tertekuk, tapi
kita tidak boleh terpekik. Di luar ada pertanyaan

tentang orang berbibir tebal dan bermulut besar
yang tiba-tiba bungkam entah mengapa
dan sekumpulan pedangdut yang tidak lagi
bergoyang sambil mendesahkan angka 1 atau 2.

Kita harus terus tiarap, karena pertanyaan-
pertanyaan adalah teror. Kita tidak berdosa.

Dosa hanya bagi manusia,

sedang kita hanya anak-anak ayam  yang terjerat
rumput liar dalam kemah dekat petai cina.  Di mana
partai politik menciptakan angin ribut dengan

bau busuk yang tidak kentara.


Kramat, 2015


Puisi ini sudah diterbitkan di dalam buku Terlepas terbitan Pustaka Senja, Yogykarta, 2015

Share this: