image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Puisi Muhamamd Rois Rinaldi #Prolog Pementasan





          Di panggung

lawanku bisa memerankan apa saja
menjadi raja Fir’aun, Isa, Hitler,
Yahudi, Adam, Setan, atau
      tuhan  sekalipun!

Begitu cepat skenario bergantian:
 menit pertama kawan
   menit berikutnya lawan
      kadang mempermainkan
        kadang dipermainkan
           kadang menang
               kadang dikalahkan.

Simpanlah pertanyaan-pertanyaan lugu kalian
saksikan saja orang-orang suci  main judi
penjahat bersolek menyerupai orang-orang suci
pemabuk berebut siapa paling berakal—paling waras
orang-orang waras kian mabuk kian tidak berakal
tukang begal tukang jagal mempertanyakan keadilan
orang-orang adil mulai menjagal dan membegal
orang-orang jujur hidup di kehidupan yang lacur
pelacur dianggap orang-orang jujur.

Simpan saja kengerian kalian yang polos itu!
Panggung kadung diciptakan dan
pementasan  harus kalian saksikan. Jangan cari celah
pendar—jangan cari salah  dan benar.
Kebenaran hanya seselaput kertas dengan pembenaran.
Pada segala yang benar-benar  bundar  beputar-putar
dari titik samar ke titik samar.
Siapakah dapat menakar yang mana nalar
manusia, yang mana binatang liar?

Kiranya demikian prolog ini disampaikan
dengan kebenaran yang tidak dapat dipercaya.
Teruntuk kalian yang lebih memilih yakin
kepada naskah-naskah kebohongan.

Sebelum cahaya dari segala penjuru dipadamkan
suluk seribu satu setan nagari-nagari
kegelapan diperdengarkan.

Siapkanlah kostum, bedak, gincu, topeng, racun,
dan senjata selengkap-lengkapnya.
Simpan nyawa kalian pada badan paling badan
karena bisa saja, kalian terseret sebagai pemeran
dan tidak dapat diselamatkan.

Tegakkanlah kepalsuan
wahai wayang-wayang!

                                                                Cilegon, 2011



Dimuat di dalam buku Terlepas, Pustaka Senja, Yogyakarta, 2015

Share this: