image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Puisi Dedikasi Para Penyair untuk Muhammad Rois Rinaldi (bagian II)








SAIS, ROIS, DAN KISS
: Muhammad Rois Rinaldi


Karya: Dimas Arika Mihardja


SAIS mengendalikan laju kuda
membelah dada kota, kataku
sederhana saja: jadilah sais
bagi kesejatianmu, bersendiri
lari di kedalamaan ruang puisi

ROIS mirip dengan sais, pepimpin
arah langkah, mengusung gelisah
yang buncah. kataku sederhana saja
hanya kata-kata lepas dariruas jemari
meninggi!

KISS hanyalah kecupan ringan
di kedalaman peluk kehangatan, kataku
sederhana saja: terimalah ciuman bertubi-tubi
dari bibir puisi yang lahir dari relung hati!

Jambi, 2012



PENYAIR DAN HARI ULANG TAHUNNYA
: Muhammad Rois Rinaldi

Karya Usup Supriyadi

berakit-rakit tiada mudah rupanya mencapai bukit
berenang-renang tiada pendek rupanya jalan terbentang

"masihkah kau mengaduk-ngaduk,
wahai penyair yang begitu bir di bibirnya
tetapi tiada barbar terlihatnya?"

sungguh, bila aku tiada khilaf-bilapun khilaf, mohon maaf-
pecah senantiasa menghantui sajak-sajak kental sebuah
amsal santan beraroma pandan.

kau dengar? aku melihat arak-arakkan pecandu hujan, mawar,
camar, deru, debar, hingar-bingar, gelak tawa, huru-hara
akhirnya selalu bersimpuh pada haru-biru

"ah, apakah yang harus ditulis
oleh seorang penyairdi hari lahirnya selain
melahirkan puisi dengan berisi?"

(gegar menampar)

biar, biarkanlah!
usah gelisah

sebab setiap kisah
akan bertemu sudah

Bogor, 2012


Sobat Bantenku
:buat akang Rois
                                     
Karya Onald Anold

membaca keringatmu di sisa malam
di sampah jalan kampung dan kemilau kata
antara golok cimande dan senjata nuklir

aku berharap, suaramu semakin keras
berteriak hingga semua mereka pergi !
kembali ke Ibu, sepertimu

membaca gelisahmu di ketiak dara-dara
di topeng-topeng kelamin meragu diantara
berharap, rois rois kecil memanggilmu ayah, secepatnya.

Pamulang, 08 Mei 2012



JANGAN SESATKAN SECARIK PUISI
: Muhammad Rois Rinaldi

Karya Luluk Andrayani


pada bibir malam mengukir kunang-kunang
jejalan kata tumpah ruah di altar kenang
sumpah serapah
bijak nasehat
cibir caci
sampai telinga berteriak pekak
masih sama

jalan adalah pilihan
ronta kebenaran jejak peradaban
hingga prasasti mengulang sejarah
berkisah tentang cinta
berkisah tentang haluan
berkisah tentang nyawa
semua masih tetap sama

apa yang kita takutkan
duniaakhirat
ini juga pilihan
semua pilihan
hati penentu
tiada sesat
tiada sesal
jika alif tegak di dada

Trenggalek, 8512


NAK 
: Rois

Karya Yudi Damanhuri

Nak, jangan lagi kau pinta 
kembali dalam rahimku

kelak kau mengerti
keindahan dalam
kesendirian

Banten, mei 2012






Share this: