image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Puisi Dedikasi Para Penyair untuk Muhammad Rois Rinaldi (bagian III)

LELAKI PUISI
Karya Noor Aisya

pada lautan kata
kaubawa gelombang
membiduk raga
dalam metafora berhuruf

pada angin berkidung
kaumelodikan diksi kalbu
mendawai efek bunyi
sayu syahdu-menghening

pada tanah--pada api
kalimahkalimah kaupahat
menjadi pusi paling gelisah
dalam sejuta personifikasi, indah

Temasik, Singapura, 2013



DI DINDING RASA
( Buat Anakanda Muhammad Rois Rinaldi)

Karya Ahmad Sirajuddin Mohd Tahir

Kusam yang kau tatap
usang yang kau kecap

lalu kau alih lara
di tepian masa
dengan berus dan warna
dengan semangat berpanca
dengan segala upaya:
membina tumpu fikir sapuan pentafsir
mencalit garis zikir serian cahaya desir
menyembur titik tenang menutup walang.

Indah getar di mata
santun mewah bertahta.

Abadikan
kata-kata.

(Nur Addin) Seri Iskandar, Perak Darul Ridzuan, Malaysia 



SECAWAN SAJAK UNTUK MUHAMMAD ROIS RINALDI

Karya Fahmi Mcsalem

terimalah secawan arak
beraroma sengak menjejak sajak
dari lidahmu kaukecap derita
menjadi deretan kata penuh makna
dengan bibirmu kaukecup hening
menjadi catatan koyak begitu bening

ketika rimba-rimba usia
kembali terbakar
jangan lagi kausesali hidup
atau kelahiran ruhmu di dunia
dari rahim perih dan derita
yang katamu begitu penuh
kepalsuan juga dusta

terjang saja jalan-jalan setapak!
yang penuh kelakar dan belukar
hempaskan segala mimpi dan cumburayu
di atas altar keakuanmu paling angkuh!

setelah kauperas hingga tandas
segala peluh, darah dan airmata
setelah kaukelupas hingga lepas
seluruh pikiran, hati dan jiwa

maka kelak kaudapati cinta
sebagai lentera menyumbang benderang
menebus segala gulita dalam
hidup penuh derita

teriakkan segala kutukan!
dengan bahasamu paling garang

koyak-koyaklah segala kepalsuan!
dengan kata-katamu paling jalang

bakarlah doa dalam dada!
hingga setiap barisan sajak meleleh
dari sepasang mata dan lidahmu:

menggarami getir penantian
hingga melampaui kematian
yang selalu kaurindukan

Pasuruan, 08 Mei 2013

LELAKI MEI 
: Muhammad Rois Rinaldi

Karya Jamil Abdul Aziz

Puisi itu engkau yang
melayang terbang jauh
hingga nanti kembali
ke peraduan-Nya

Jakarta, Mei 2013

KEPADA MUHAMAD ROIS RINALDI

Karya Yudi Damanhuri

Kau begitu akrab
dengan malam.
sunyi yang tugur
adalah dongeng—
mengantarmu pada dengkur.

Helai-helai sajak
yang kau injak
adalah pekik ombak—
memelukmu pada sesak.

Dan luka adalah nyanyi
dan suka adalah duri.

Selamat malam.

CisalakDukuh, 2012





Share this: