image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Puisi Dedikasi Para Penyair untuk Muhammad Rois Rinaldi (bagian IV)







SESEORANG YANG MENEMUIMU DI BERANDA
buat Muhammad Rois Rinaldi

Karya Windu Mandela

ketika kau duduk di beranda, ada seorang menemuimu
tangannya menengadah seperti membawa sesuatu.namun kau samasekali
tak melihat apa pun di atasnya.

seorang itu berhenti di depanmu.
memintamu berdiri dan memintamu
meniup lilin itu. kau yang sedang
kebingungan menuruti maunya dan berpura
meniup lilin yang dibawanya.

seketika orang itu pun raib dari pandangmu.
meninggalkan jejak asap

dari padamnya. kau pun berandaiandai,
andai saja kau tanya dahulu

siapa namanya dan dari mana asalnya.
sebelum meniup lilin itu.

Sumedang,9 Mei 2012



MALAM INI ADALAH MALAMMU
: Muhammad Rois Rinaldi

Karya Yuda Apriansyah

sekedar untuk memenuhi inginku berenang dan melayang dalam imaji
bukankah pernah kutulis sebaris kata yang menjelma puisi
belumkah jugakah kau membacanya?
padahal yang kutulis adalah sajak tentangmu bang
janganlah meradang atau sinis memandang

suara tawamu yang selalu terngiang di telingaku
aku ingin miliki tawa sepertimu yang lepas tanpa beban
jua puisi-puisi yang kau tulis dengan penuh motivasi

kau jua yang kuatkan aku agar aku terus memupuk rasa percaya diri
selalu kau tambahkan warna dalam hariku
agar aku dapat melukis dengan indah sampai aku tak meragu lagi

bang kini langkahku agak ringan percaya diriku mulai tumbuh
puisipun sudah mulai bisa kulahirkan kutahu hidup ini indah
kalau kita menjalaninya dengan indah hidup tidak untuk meratap

doamu kupinta untukku
doaku kuberi untukmu
semoga kau selalu sehat.

Lampung, 2013



LAUT, DAN BAHASA IKAN
: Muhammad Rois Rinaldi

Karya Muhammad Rinaldy

di rumah kerang
tuhan melukis hari
yang disembur-sembur,
lewat matahari.

(pagi yang dini)

"rumah misteri,
dan kacamata buram"

ada terang tuhan
disimbolkan kerumitan,
dan jaring kecil
dalam kepala yang atlas

: garis-garis simetris
mimpi yang biru,
dan larik ombak ke tepian.

Palembang, 2013



SEBUNGKUS MALAM
:Muhammad Rois Rinaldi

Karya Yudi Damanhuri


Ia mengunyah malam
di mana sepi semakin dalam.

Di bukit, dengan ringkik
ada denyar yang pelik;
apapun itu, iapercaya
pada gaib.

Ia merintih lirih seakan ada
tetapi waktu semakin renta
sementara lengang pandang
menolaknya untuk pulang.

Sebelum embun menemu daun
sebelum ayun menginjak samun
karena pagi selalu membuat bayi. 

2013




JALAN SEORANG PENYAIR
      : Untuk Muhammad Rois Rinaldi

Karya Ferdian Ananta

Mulailah ia menulis cerita, risalah, kidung, atau pangkur
Yang merekam gusarnya air laut atau amuk angin
Dari hatinya yang selalu melihat bencana
Getir di dadanya
luka yang tak kunjung reda

Sepasang sayap malaikat menerbangkan kata-kata
Mengentaskan manusia dari penjara-penjara:
Agenda kerja, atau yang mendekam dalam dada wanita
Namun ia sendiri selalu memenjarakan diri
Seolah tak ada ruang lain di dunia
Kecuali cerita tentang kesalahkaprahan hidup

Begitulah takdrimu, juga takdir yang aku pilih:
Penadah dari setiap lara
Kata-kata telah menjadi darah
hidup dan mengalir dalam
setiap kenangan dan dendam kebenaran'

Pabean, 2016










SURAT UNTUKMU
:
 Muhammad Rois Rinaldi

Karya Yuda Apriansyah

senja ini aku datang juga ke kotamu
mengendap-endap seperti pencuri
tetapi tak mengambil apa-apa
lalu pergi tanpa diketahui

ada yang kuselipkan
di bawah jendela kamarmu
sepucuk janji untuk kembali
pada keadaan yang sama

seperti yang kutulis dalam surat ini
ketika matahari merah semerah-merahnya
dan angin gemulai dikepak sang jibril untukmu.

Lampung, 23-Januari-2013


 


Share this: