image1 image2 image3

HELLO I'M Muhammad Rois Rinaldi|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|I LOVE TO DO CREATIVE THINGS|

Secuplik Pandang Tentang Puisi Pendek Muhammad Rois Rinaldi




Muhammad Rois Rinaldi tidak lagi memaknai mati itu sunyi seakan menepis pergulatan batin Amir Hamzah  yang hendak mendefinisikan kematian adalah kesunyian–kesunyian adalah kematian, bahwa: sunyi itu duka, sunyi itu kudus, sunyi itu lupa, sunyi itu lampus…

Fragmen Manusia Pada Satu Dasawarsa
: Diani Noor Cahya

Pagi bagimu, akhirnya menghela
Tabuh bedug ketiga.

Cilegon, 2014-08-03

Seperti yang ingin disampaikan Muhammad Rois Rinaldi dalam puisi Fragmen Manusia Pada Satu Dasawarsa  bahwa  tidak lain mati adalah awal kehidupan baru. Mati seakan dihaluskan dengan mengumpamakannya sebagai tidur sejenak pada suatu malam dengan melepas alam sadar ke alam bawah sadar sepenuhnya dalam batas kesadaran yang tetap dan ketika pagi tiba disambut dering riuh genderam alarm menggugah tubuh untuk terbangun dan menjalani kehidupan, kehidupan yang sesungguhnya. Suatu pencapain imajinasi yang memerdekakan dirinya dari batasan-batasan nalar dan logis. Rois telah berhasil membawakan bahasanya menggiring pembaca masuk dalam ruang kontlemplasinya masing-masing.
Medan, 30 Agustus 2014
Enka Arnasi

Puisi pendek Muhammad Rois Rinaldi yang diulas ada dalam buku Mendaras Cahaya, terbitan grup Puisi 2,7.

Share this: